#MemesonaItu Tampil Memikat di Setiap Kesempatan

Peringatan Hari Buruh, Semua tentang Puas atau Tidak Puas...




Kenaikan upah, penghapusan outsourcing serta tuntutan agar hak-hak buruh lainnya dapat diperoleh secara optimal merupakan isu yang diangkat oleh serikat buruh beberapa tahun terakhir ketika turun ke jalan saat Hari Buruh. 1 Mei sebagai Hari Buruh dianggap momen yang tepat bagi para serikat buruh untuk menggaungkan aspirasi sebagai buah ketidakpuasan mereka terhadap para pemberi kerja (baca:pengusaha) dan pembuat aturan kerja (baca:pemerintah).

Menurut saya sebagai "buruh" dan juga sebagai "wakil" dari pengusaha untuk berhadapan dengan karyawan...puas atau tidak puas dalam bekerja dipengaruhi oleh sudut pandang.

Saya sebagai "buruh" akan memandang kepuasan kerja berdasarkan terpenuhinya hak saya sebagai pribadi

Saya sebagai "wakil" dari pengusaha untuk berhadapan dengan karyawan memandang kepuasan kerja karyawan dapat dicapai dengan memenuhi hak karyawan sesuai dengan kontribusi (produktivitas) mereka dan kemampuan perusahaan.



Frederick Herzberg, psikolog dari Amerika Serikat menemukan 2 faktor yang mempengaruhi Kepuasan dan Ketidakpuasan Kerja.

Faktor Motivasi

Faktor-faktor ini disebut sebagai "Faktor Pemuas". Kepuasan kerja akan mendorong motivasi karyawan untuk mencapai produktivitas yang cemerlang. Faktor-faktor ini muncul saat karyawan melakukan pekerjaannya. Jika faktor-faktor ini terpenuhi saat bekerja, maka akan memberikan keuntungan yang positif secara psikologis kepada karyawan bersangkutan. Uniknya...jika faktor-faktor ini tidak terpenuhi maka karyawan hanya merasa netral dan tidak menimbulkan ketidakpuasan kerja.
Faktor-faktor itu adalah:
  • Pengakuan
  • Tantangan untuk berprestasi
  • Pertumbuhan dan Peningkatan dalam pekerjaan
  • Tanggung jawab
  • Dampak yang dapat dihasilkan dari pekerjaan

Faktor Hygiene

Faktor-faktor ini disebut sebagai "Faktor Ketidakpuasan" atau faktor yang perlu dikelola untuk menghindari ketidakpuasan kerja. Faktor-faktor ini penting untuk menumbuhkan kepuasan kerja, walaupun tidak dalam jangka waktu lama. Faktor-faktor ini merupakan perwujudan dari kebutuhan fisiologis yang diharapkan oleh karyawan untuk dipenuhi. Jika faktor-faktor ini tidak terpenuhi maka akan memunculkan ketidakpuasan kerja.      
Faktor-faktor itu adalah:

  • Struktur gaji yang sesuai dan kompetitif
  • Peraturan perusahaan dan jelas dan transparan
  • Jaminan kerja
  • Kondisi fisik lingkungan kerja yang aman, bersih, nyaman dan dilengkapi sarana kerja yang mendukung pekerjaan
  • Status karyawan
  • Hubungan kerja
  • Keamanan dan keselamatan kerja
Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Pamela J. Knight dan Jerry Westbrooks menemukan faktor motivasi baru bagi karyawan telecommuting job (pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan dari luar kantor seperti rumah, cafe atau tempat umum lainnya) yaitu fleksibilitas dalam mengelola pekerjaan, waktu dan kehidupan pribadi. Di sisi lain beban kerja dipandang serius sebagai faktor hygiene (Engineering Management Journal, 1999).

Hal ini merupakan catatan bagi para pengusaha untuk mengelola keseimbangan antara terpenuhi faktor motivasi dan faktor hygiene untuk dapat memberikan kepuasan kerja kepada karyawan.

Jika karyawan puas...apakah mereka dapat memberikan produktivitas yang sesuai untuk meningkatkan keuntungan perusahaan? Jika dilihat lebih detil, sebagian faktor hygiene dapat dikelola dengan baik melalui keuntungan perusahaan.

Dawn R. Utley, Jerry Westbrook dan Susan Turner melakukan penelitian pada kelompok responden yang sedang menerapkan Quality Improvement di perusahaannya bekerja. Quality Improvement memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses kerja. Hasil penelitian menemukan hubungan antara faktor motivasi Herzberg dan keberhasilan program Quality Improvement (Engineering Management Journal, 1997)

Jika proses kerja menjadi efektif dan efisien diharapkan target dan keuntungan perusahaan tercapai














Komentar

  1. Balasan
    1. iya mba...supaya kedua belah pihak bisa bertahan dan maju saat kondisi ekonomi tidak stabil :(

      Hapus

Posting Komentar