#MemesonaItu Tampil Memikat di Setiap Kesempatan

PERJALANAN SINGKAT KEMANUSIAAN (BEKERJA DI NGO)





"Calon pembantu yang akan datang ke Jakarta mengundurkan diri", kata ibu mertuaku melalui telpon. Saat itu tidak timbul perasaan atau pemikiran lebih lanjut untuk mencari calon pembantu lain karena sikap optimis yang terlalu besar.

Ternyata....

Sampai H-1 hari pertamaku bekerja setelah cuti melahirkan, aku belum mendapatkan pembantu. Kondisiku tinggal di Jakarta seorang diri, tanpa suami (suami bekerja di kota lain) dan tanpa keluarga (keluarga tinggal di kota lain) membuatku mulai panik.

Tanpa berpikir panjang, aku menghubungi saudara sepupu yang aku anggap dekat dan tidak punya tanggung jawab apapun untuk menemani anakku selama jam kerja. Akan tetapi, tanggapannya jauh dari apa yang aku harapkan.

Ibu mertua yang awalnya mau datang ke Jakarta untuk mengasuh anakku tiba-tiba membatalkan janjinya. Bagus....

Walaupun pada akhirnya dengan bantuan kedua orang tua kandungku, tanggung jawab mengasuh anak sekaligus bekerja dapat dilakukan, peristiwa tersebut merupakan titik balik dalam kehidupanku.

Perjalanan hidup memberikan pelajaran bagiku bahwa semua harus dilakukan, dibangun dan dicapai seorang diri. Hal ini menyebabkan aku tidak mau bergantung kepada orang lain.

Peristiwa ini mengantarku ke konsep manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa lepas dari lingkungan sosial.

Dalam agamaku dikenal sebuah istilah "Karma" yaitu situasi/kondisi yang kita alami akibat dari perbuatan yang kita lakukan sebelumnya. Refleksi ini mengantarkanku pada kesadaran bahwa ketidakpedulian lingkungan sosial yang aku alami adalah akibat ketidakpedulianku terhadap lingkungan sosial.

Saat itu aku memutuskan untuk mulai aktif di kegiatan sosial...atau...ingin berkarya di Lembaga Sosial Masyarakat.

Singkat kata....aku akhirnya bergabung sebagai karyawan di sebuah Lembaga Sosial Masyarakat. Satu hal yang selalu aku ingat pada saat pertama bergabung disana adalah kepedulian tiap orang dan berbagai pengalaman emosi yang kuat selama mendampingi anak-anak dampingan.

Tumpahan emosi seperti haru, lelah, bangga dan rasa saling memiliki satu sama lainnya berbeda dengan tumpahan emosi di perusahaan profit yang penuh dengan kompetisi dan tekanan.

Saat itu aku merasa bersyukur masuk ke tempat yang tepat...

Dengan semangat dan ambisi membara aku ingin meletakkan sistem yang sudah ada di perusahaan ke dalam lembaga ini. Hal ini aku lakukan karena melihat di balik senyum lebar, semangat dan sikap positif para pelaku kemanusiaan ini, mereka tetap manusia biasa. Pada satu sisi mereka mencurahkan semua perhatian, waktu, tenaga bahkan uang untuk anak-anak yang mereka dampingi. Pada sisi yang lain mereka punya berbagai kebutuhan pribadi sebagai individu yang berdasarkan pengakuan mereka sendiri "terabaikan".

"Setelah cukup banyak aku berkontribusi, selain ucapan selamat, apa lagi yang bisa aku peroleh". "Setelah sekian lama aku berkarya, penghargaan apa yang bisa aku peroleh"....Itu merupakan contoh dari keluh kesah mereka.

Berbagai wadah komunikasi sudah dibuat dan dilaksanakan, akan tetapi hanya satu atau dua kalimat yang terdengar berani mengungkapkan "kegalauan" mereka. Wadah komunikasi itu akhirnya penuh dengan topik-topik yang kembali fokus ke aktivitas kemanusiaan.

Setelah sekian lama aku bergabung, barulah tampak kondisi riil yang terjadi. Tuntutan kemanusiaan yang tinggi tetap dibayangi oleh sikap lelah dan jenuh dari para pelaku kemanusiaan ini.

Hal ini melahirkan....konflik....perdebatan tiada henti...sumbatan komunikasi...dan permainan politik organisasi

Setiap orang memiliki tanggung jawab yang besar dan memegang fungsi yang sangat luas. Hal ini menyebabkan tidak hanya kelelahan fisik, tetapi juga secara mental.

Akan tetapi hal yang paling menarik adalah dengan dinamika yang sangat tinggi, semua orang akan bersatu padu untuk setiap hal yang berhubungan dengan kebutuhan anak-anak yang didampingi....

Satu hal yang menyatukan mereka yaitu ....Passion...Passion untuk melakukan perubahan di lingkungan dan memberikan pelayanan bagi anak-anak yang tidak beruntung

Walaupun sangat singkat, pengalaman ini memberi warna bagi kehidupanku.


"The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others"
 Mahatma Gandhi

Komentar