- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hai Bun, pernah bingung memilih untuk bekerja atau menjadi ibu rumah tangga setelah punya anak?
Ditinggal pembantu, diminta oleh suami, tidak tega meninggalkan anak atau kesulitan bagi waktu antara pekerjaan dan keluarga umumnya menjadi penyebab kebingungan Bunda.
Lihat media sosial teman-teman Ibu bekerja...foto-fotonya penuh keseruan bersama teman-teman dan pemandangan luar kota atau luar negeri...mupeng?
Di tempat lain, media sosial teman-teman Ibu rumah tangga...foto-fotonya masakan ala chef dan diary setiap perkembangan anak...mupeng juga?
Hey...saat ini mulai marak...Ibu menyusui anaknya sambil buka stand makanan di pameran...Ibu menemani anak main sambil buka laptop (baca:bisnis online)...Ibu bawa anak sambil meeting di cafe atau restoran (anak senang, ibu nyaman)
Yup this is Millenial
Berikut ini tips untuk menentukan pilihan Bun...
Ketenangan pikiran dan batin
Tarik nafas panjang dan beri waktu untuk diri sendiri.Omongan nyinyir orang, teguran dari atasan, keluhan suami, tangisan anak dijauhkan dulu dari pikiran dan hati Bunda. Cari tempat yang bisa digunakan menyendiri. Sendiri dapat membuat Bunda dapat menjernihkan pikiran dan berkomunikasi dengan hati kecil. Berdoa juga dapat membantu Bunda untuk mencapai ketenangan pikiran dan batin. Percaya dan dengarlah kata hati Bunda karena mereka akan membantu Bunda dalam mengambil keputusan.
Cari informasi seluas mungkin
Googling, baca situs portal, gabung dengan komunitas, baca pendapat para ahli dan sharing dari lingkungan terdekat merupakan segelintir cara untuk mendapatkan informasi. Keterbukaan akses informasi yang sangat besar menyebabkan kita juga kebingungan memilih informasi yang sesuai dengan situasi yang Bunda hadapi.
Bunda tentu sudah mengetahui bahwa tuntutan semakin tinggi di jaman millenial. Tuntutan perkembangan anak di sekolah dan rentannya lingkungan saat ini menyebabkan Bunda mesti lebih peka dan fokus terhadap pengasuhan anak.
Akan tetapi dengan perkembangan perempuan saat ini mulai dari kebutuhan ekonomi, tingkat pendidikan, pengalaman kerja hingga luasnya pergaulan menyebabkan Bunda membutuhkan dana tambahan untuk kebutuhan keluarga serta aktualisasi diri.
Tipsnya pilih informasi yang obyektif dan berimbang (#macamsloganacaraTV) serta kompetensi dari narasumbernya (termasuk narasumber dari lingkungan sekitar). Kompetensi narasumber yang dimaksud adalah track recordnya ketika menghadapi situasi yang sama dengan Bunda.
Identifikasi support system
Saat menghadapi situasi yang membingungkan, identifikasi bantuan apa yang Bunda perlukan untuk menjalankan tugas di pekerjaan dan rumah tangga secara seimbang. Kenali siapa saja di lingkungan terdekat Bunda (contohnya keluarga) yang dapat memberi bantuan itu.
Ingat : tanggung jawab rumah tangga tidak hanya pengasuhan anak lho, suami dan rumah mesti diurus juga wkwk
Jika tidak ada, maka Bunda bisa bangun support system untuk menyelesaikan seluruh urusan rumah tangga tadi. Tentunya dengan seleksi yang ketat sehingga menemukan orang yang dapat dipercaya atau minta keluarga sebagai pengawas. Misal pembantu untuk urusan rumah tangga, pengasuh atau TPA untuk mendampingi anak, guru untuk pengawasan anak di sekolah, layanan antar jemput anak dan banyak lagi.
Banyak banget ya...kalau dana terbatas bagaimana? kalau belum menemukan orang yang dipercaya bagaimana?
Kembali ke kalimat awal, kenali siapa saja di lingkungan terdekat Bunda yang dapat memberikan bantuan...atau...Bunda bisa pilih ini sebagai waktu yang tepat untuk dekat dengan anak dan suami :)
Pertimbangkan plus minus dari setiap pilihan
Setiap pilihan ada plus minus #lessonoflife...sadari itu. Tuliskan plus minus antara pilihan Ibu Bekerja dengan Ibu Rumah Tangga di posisi dan situasi Bunda. Mulai dari kelebihannya, kekurangannya, kesempatan yang ada, dan tantangan yang akan dihadapi Bunda atas setiap pilihan.
Setelah menikah hampir 5 tahun, saya melihat dan mengetahui bahwa setiap rumah tangga punya situasi yang berbeda beda. Hal itu menyebabkan peran Ibu dan Istri setiap rumah tangga tidak bisa disamakan. So...silakan buat plus minusnya berdasarkan kejernihan pikiran dan ketenangan batin.
By the way...Bunda bisa buat alternatif solusi juga untuk setiap minus yang mungkin muncul.
Silakan bandingkan dan pilih yang paling banyak plusnya..
Melihat dari kacamata positif
Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga adalah peran yang sama-sama mulia.
Jika lihat dari sisi positif Ibu Bekerja dapat mempersiapkan dana masa depan anak dengan lebih baik, membekali dan mendampingi anak dengan wawasan yang lebih luas, menjadi contoh bagi anak saat dewasa untuk bekerja dan melatih kemandirian anak.
Ibu Rumah Tangga juga memiliki sisi positif yaitu dekat dengan keluarga, mendampingi anak di setiap perkembangannya, menjadi contoh bagi anak saat dewasa untuk bertanggung jawab penuh atas tugas yang dimiliki dan dapat konsisten menerapkan pola asuh tertentu kepada anak.
Bersenang-senanglah dengan pilihan yang akan diambil
Bagaimana Bunda...sudah siapkah mengambil keputusan?
Yeee...finally...
Siapkan perjalanan Bunda untuk pilihan yang Bunda ambil dengan sesuatu yang membahagiakan.
Sesuatu yang membahagiakan bukan hanya untuk anak, suami dan keluarga Bun, tapi juga untuk Bunda sebagai pribadi.
Jika Bunda memutuskan sebagai Ibu Bekerja, maka ambil kesempatan untuk mengembangkan diri dan nikmati waktu berkualitas dengan anak dan suami. Saat ini banyak teknologi yang dapat membantu para Ibu Bekerja untuk mengontrol semua urusan rumah tangga. Aplikasi messenger merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menghubungi pembantu, pengasuh, guru, layanan antarjemput dan layanan antar makanan. Selain itu banyak perusahaan yang memberikan fasilitas bagi karyawan perempuannya dengan adanya ruang menyusui, tempat penitipan anak...jika Bunda mendapatkan fasilitas tersebut, gunakan secara optimal. Anak aman, bunda tenang, pekerjaan lancar kan hehe.
Jika Bunda memutuskan sebagai Ibu Rumah Tangga, maka nikmati keseruan sebagai Ibu dan Istri...wait...kesempatan pengembangan diri juga bisa Bunda peroleh lho dengan menggunakan teknologi sederhana mulai dari smartphone Bunda sendiri yaitu aktif gabung di komunitas, sering komunikasi/ketemuan dengan teman-teman yang seru dan positif, cari hobi yang positif dan menyenangkan dan.... memulai pekerjaan sebagai freelance atau bisnis sendiri...
Seorang motivator pernah mengucapkan sebuah kalimat yang selalu bikin saya happy menjalani kehidupan "Jika nasi sudah menjadi bubur, maka jadikanlah bubur ayam"
So...happy aja untuk setiap keputusan yang diambil...
Komentar



Ketika melilih jadi ibu bekerja, saya, suami n anak looks like happy ga ada yang merasa berat sayangnya ga berlaku buat orang lain si nyinyir malah bilang aku milih ibu bekerja krn haus pujian *setdah kek yg plg tau idup eike* hahaha pdhl setiap pilihan uda ada konsekuensi dan keterlibatan setiap anggota
BalasHapusbetul mba :)
Hapus